<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sofianurfaridha004&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://sofianurfaridha004.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sofianurfaridha004.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Jan 2010 06:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sofianurfaridha004.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sofianurfaridha004&#039;s Blog</title>
		<link>http://sofianurfaridha004.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sofianurfaridha004.wordpress.com/osd.xml" title="Sofianurfaridha004&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sofianurfaridha004.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>company profile</title>
		<link>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2010/01/05/company-profile/</link>
		<comments>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2010/01/05/company-profile/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 06:34:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianurfaridha004</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianurfaridha004.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[PROFILE PERUSAHAAN “BATIK PUTRI AYAH” Jln. Imogiri km 8 Ds. Glagah Tamanan Banguntapan Bantul 55191 Yogyakarta SEJARAH BERDIRI Mei 2009, awal berdirinya “Batik Putri Ayah” yang sudah menjadi bisnis keluarga secara turun temurun sejak tahun 1996. Keingintahuan tentang batik sangat mendarah daging pada diri saya. Mulai dari bisnis keluarga kecil-kecilan hingga “Batik Putri Ayah” mampu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianurfaridha004.wordpress.com&amp;blog=10666442&amp;post=11&amp;subd=sofianurfaridha004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&amp;">PROFILE PERUSAHAAN </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><strong><span style="font-size:18pt;line-height:150%;font-family:&amp;">“BATIK PUTRI AYAH”</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-family:&amp;">Jln. Imogiri km 8 Ds. Glagah Tamanan  Banguntapan Bantul 55191 Yogyakarta</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-family:&amp;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">SEJARAH BERDIRI</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Mei 2009, awal berdirinya “Batik Putri Ayah” yang sudah menjadi bisnis keluarga secara turun temurun sejak tahun 1996. Keingintahuan tentang batik sangat mendarah daging pada diri saya. Mulai dari bisnis keluarga kecil-kecilan hingga “Batik Putri Ayah” mampu menerobos perkembangan perdagangan global yang diiringi dengan meningkatnya hasil produk unggulan daerah yang cukup melimpah</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sementara perdagangan umum hasil produk unggulan daerah tersebut mendesak untuk dikelola secara profesional, agar dapat mempercepat pendapatan masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan Pendapatan. Dengan demikian diharapkan laju perekonomian Yogyakarta pada khususnya dan daerah-daerah lain pada umumnya akan sesuai dengan apa yang diharapkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">VISI</p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Dengan      meningkatkan, menjaga dan melestarikan hasil budaya sebagai wujud cinta      tanah air Indonesia,      Batik Putri Ayah mampu mengembangkan karya Nusantara, khususnya bagi      pengrajin batik.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">MISI</p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Meningkatkan      hasil karya masyarakat melalui batik Yogyakarta.</li>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Meningkatkan      kualitas dan mutu batik Yogyakarta      khususnya, terhadap perkembangan perdagangan global.</li>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Pemberdayaan      masyarakat dalam mengembangkan bakat dan kreatifitas melalui batik</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">TUJUAN</p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Tujuan      berdirinya “Batik Putri Ayah” adalah untuk megembangkan, menjaga dan      melestarikan hasil karya bangsa melalui batik di bidang perdagangan.</li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Batik (atau kata Batik) berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Meskipun batik identik dengan pakaian adat Jawa, namun kini batik sudah menjadi pakaian nasional bagi masyarakat Indonesia, bahkan sudah banyak pula dikenal di manca negara. Penggunaannyapun tidak lagi sebagai pakaian adat tetapi sudah mengikuti perkembangan mode busana baik bagi wanita maupun pria, bahkan biasa digunakan sebagai desain interior dan perlengkapan rumah tangga.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong>1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>JENIS BATIK</strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-weight:normal;">a)<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-weight:normal;">Batik Klasik</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Batik klasik mempunyai nilai dan cita rasa seni yang tinggi, dengan pengerjaan yang rumit dan dalam waktu berminggu-minggu. Batik klasik mempunyai pola-pola dasar tertentu dengan berbagai macam variasi motif, seperti kawung, parang, nitik, tuntum, ceplok, tambal, dan lain sebagainya. Bahan dasar batik berupa kain katun putih kwalitas halus, juga kain sutera putih, batik dengan bahan sutera akan menghasilkan warna yang lebih hidup.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;">Ø<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-weight:normal;">Proses Pembuatan Batik Klasik</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;line-height:150%;">Hampir setiap orang pernah melihat batik. Bahkan banyak diantaranya yang pernah melihat cara pembuatan batik. Mereka mengira bahwa mereka melihatnya dalam perjalanannya di Jawa sewaktu kunjungan ke sebuah tempat kerja batik dimana para wanita menggambar desain-desain pada kain putih dengan sebuah canting. Bagian ini, dimana sesungguhnya merupakan penerapan malam adalah hanya satu dari berbagai langkah pemrosesan yang harus dilakukan untuk menjadikan suatu barang bernama batik.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;">Ø<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-weight:normal;">Persiapan</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kain katun putih dengan lebar kira-kira 110 cm dan panjang 240 cm digarap sebelumnya agar bisa dipakai untuk pengolahan selanjutnya. Penggarapan ini terdiri dari mencuci, menganji, menjemur dan mengetuknya, suatu proses yang memakan waktu berhari-hari.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em>1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></em><!--[endif]--><em>Design</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Jika kain sudah siap untuk proses selanjutnya, maka motif-motif digambar dengan mengikuti pola yang sudah tersedia pada kertas atau langsung menggambar pada kain bagi pengrajin batik yang telah ahli. Setelah desain dibuat maka satu persatu diberi warna. Namun bisa juga menggambar keliling desain dulu supaya bidang-bidangnya bisa ditutupi. Cara menggambar dilakukan dengan cairan malam yang keluar dari canting dalam bentuk pancuran halus, sedangkan ukuran canting pun bervariasi.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Canting berbentuk seperti poci teh kuningan kecil sebesar kepala pipa tembakau dan bertangkai kayu. Semakin kecil canting semakin halus aliran malam yang keluar. Sebelumnya malam dicairkan dengan cara memanaskan lebih dulu, yang terpenting adalah menjaga suhu agar tepat. Kemudian pada permukaan kain sebaliknya, dilakukan desain dan pengerjaan yang sama agar tidak terdapat perbedaan di kedua sisi kain batik.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em>2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></em><!--[endif]--><em>Pewarnaan</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Selanjutnya kain bisa dicelupkan dalam bahan pewarna biru. Pewarnaan/pencelupan ini diulang berkali-kali hingga hasilnya tercapai. Pada produk-produk bermutu tinggi pewarnaan hingga 30 kali adalah suatu keharusan. Pewarna tradisional adalah indigo, keistimewaan warna ini adalah warnanya baru timbul sesudah kain yang diberi pewarna ini dijemur dan terkena udara. Jika kain masih basah maka bagian-bagian desain yang akan diberi warna coklat, dikerik malamnya. Setelah itu bagian-bagian yang diberi warna biru dan tetap harus berwarna biru juga ditutup dengan malam. Kemudian kain dicelup ke dalam pewarna coklat.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Bahan pewarna tradisional untuk coklat adalah soga, sejenis kulit pohon tertentu. Penggarapan warna yang baik memakan waktu 15 hari, dengan 3 macam pewarnaan perhari. Bagian-bagian yang mula-mula diwarna biru dan kemudian diwarna coklat menjadi hitam warnanya. Dengan demikian terjadilah tiga warna dari dua bahan pewarna, yaitu biru, coklat dan hitam. Dan disamping itu beberapa bagian tetap berwarna putih.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em>3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></em><!--[endif]--><em>Penghilangan Malam</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Setelah pengulangan pewarnaan dilakukan sehingga sesuai. Selanjutnya seluruh malam dapat dilepaskan, hal ini dilakukan dengan meng-godog hingga cair, dan cairan malam akan mengapung di permukaan. Setelah itu kain dicuci lagi.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pengerjaan batik pada kain sutera digunakan tehknik yang berbeda, karena memerlukan malam dan bahan pewarna yang berbeda agar tidak merusak kain suteranya.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Hasil proses pembuatan batik tersebut di atas disebut batik tulis. Jenis lainnya adalah batik cap, dimana pada proses penggambaran dengan canting pada batik tulis digantikan dengan menggunakan cap (seperti gambar di bawah ini) untuk menerapkan malam pada kain.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Batik klasik dikenal dengan bermacam ukuran dan penamaan yakni batik kain panjang dengan lebar 110 cm X panjang 240 cm, batik kain sarung (sekitar 105cmX200cm), selendang (45~60cmX200~300cm), iket kepala (90cmX90cm) dan kemben (60cmX200cm).</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pada penggunaan sehari-harinya batik banyak ditemui dalam berbagai bentuk seperti berbagai macam pakaian resmi pada pria dan wanita, dan bermacam bahan untuk dekorasi interior rumah, kantor ataupun hotel, juga variasi rumah tangga seperti, taplak meja, napkins, place mats, tas, sarung bantalan, bedcover, bed sheet, dan lainnya</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-weight:normal;">b)<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-weight:normal;">Batik Modern</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Berbeda dengan batik klasik, pada batik modern motif maupun pewarnaan tidak tergantung pada pola-pola dan pewarnaan tertentu seperti pada batik klasik, namun desainnya bisa berupa apa saja dan warna yang beraneka macam. Batik modern juga menggunakan bahan-bahan dan proses pewarnaan yang mengikuti perkembangan dari bahan-bahan pewarnanya. Terkadang pada beberapa area desain, canting tidak dipergunakan namun dengan menggunakan kuas dan untuk pewarnaan kadang diterapkan langsung dengan menggunakan kapas atau kain. Dengan kata lain, proses pembuatan batik modern hampir seperti batik klasik namun desain dan pewarnaannya terserah pada citarasa seni pembuat dan tergantung bahan-bahan pewarnanya. Bahkan dengan berkembangnya bahan dasar kain dan bahan kain berwarna, batik modern menjadi semakin bervariasi, seperti misalnya batik pada bahan katun lurik Jogja , bahan kain poplin, bahan piyama, bahan wool, dsb.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><span style="font-family:Wingdings;font-weight:normal;">Ø<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></strong><!--[endif]--><strong><span style="font-weight:normal;">Proses Pembuatan Batik Modern</span></strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pengerjaan pada batik modern memiliki prinsip yang sama seperti pada proses pembuatan batik klasik karena batik modern merupakan perkembangan dari variasi batik klasik.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em>1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></em><!--[endif]--><em>Persiapan</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kain katun yang akan dibatik terlebih dahulu dicuci agar terbebas dari bahan-bahan yang masih dikandung oleh kain ketika proses penenunan/pembuatan kain, ini dimaksudkan agar pada proses pewarnaan nantinya tidak akan berpengaruh oleh bahan-bahan tersebut. Selanjutnya kain yang dipersiapkan dikeringkan.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em>2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></em><!--[endif]--><em>Desain</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Desain dilakukan langsung di atas kain dengan menggunakan pensil atau apapun yang jika nantinya dicuci pada akhir pemrosesan batik maka coretan tersebut bisa hilang, atau desain dapat pula menggunakan pola-pola yang sudah dipersiapkan terlebih dahulu. Setelah desain siap maka dilakukan pembatikan awal dengan menggunakan canting ataupun kuas pada coretan desain tersebut. Pada proses pembatikan perlu diperhatikan bagian mana yang akan diberi warna berbeda, mengikuti desain dan hasil warna yang dikehendaki.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em>3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></em><!--[endif]--><em>Pewarnaan</em></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Proses pewarnaan berbeda-beda tergantung dari bahan pewarna dan teknik mewarna yang ingin digunakan. Pada dasarnya pada pewarnaan tahap pertama warna yang digunakan adalah warna yang lebih muda dahulu, ini disebabkan pada proses batik pewarnaan nantinya akan dilakukan secara berulang-ulang tergantung dari banyaknya warna yang diinginkan. Bahan-bahan pewarna tersebut antara lain Naphtol, Indigosol, Basis, Procion, dsb.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Pada proses ini juga masih dilakukan pembatikan pada warna-warna yang ingin dicapai pada akhir proses. Setelah proses pewarnaan selesai maka dilakukan proses penghilangan malam batik/dilorod dengan cara memasukkan kain tersebut ke dalam air panas, setelah seluruh malam batik hilang dari kain selanjutnya kain dicuci hingga bersih.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Batik Putri Ayah selalu berusaha menampilkan desain-desain terbaru hasil penggalian ide-ide yang kreatif. Karya batik tradisional yang hadir dalam nuansa kontemporer dengan tema desain yang sederhana menjelma menjadi sebuah karya batik dengan sentuhan estetika yang patut dibanggakan. Keindahan seni Batik Putri Ayah hasil olah kreativitas seniman batik yang mampu memadukan aneka warna dan ragam hias menjadi harmonis dengan teknik batik yang halus ditunjang dengan bahan sutera tenun pilihan. Batik Putri Ayah berusaha mengkomunikasikan antara seniman batik dengan pecinta batik melalui karya batik yang unik, modern, model terkini, sehingga tidak sekedar memberikan kebanggaan bagi pemakainya tapi juga prestise dan berkelas.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong>2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>PRODUK</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Desain batik yang unik, original dan tematik, serta ditunjang dengan kain sutera tenun pilihan merupakan wujud keunggulan batik Putri Ayah yang dapat memberikan kepuasan dan kebanggan bagi pemakainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong>3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>PELATIHAN</strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:35.35pt;line-height:150%;">Sejak tahun 1999, batik KOMAR aktif menyelenggarakan pelatihan desain Batik yang bekerja sama dengan Dekranasda dan Dinas Perindag diberbagai daerah, serta melayani peserta umum/ pengrajin yang perlu mendalami kerajinan batik tradisional dan modern. Peserta pelatihan akan dibekali pengetahuan tentang ilmu desain batik, proses batik, serta metode pemasaran batik.<br />
Paket pelatihan dibagi menjadi 3 kelompok, sebagai berikut :</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Paket Desain Batik Tulis-cap</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Paket Pembuatan Cap-batik</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-left:35.35pt;text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Paket Pewarnaan</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong>4.<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></strong><!--[endif]--><strong>PEMASARAN</strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Jika Anda tertarik untuk mencari oleh-oleh khususnya batik, Anda boleh menyempatkan waktu untuk mengunjungi sebuah pasar tradisional yang terletak di Jalan Malioboro, dekat dengan benteng Vredeburg. Nama pasar ini adalah <strong>Pasar</strong> <strong>Beringharjo </strong>berasal dari kata <em>bering </em>(pohon beringin) dan harjo (kesejahteraan), maksudnya diharapkan lokasi yang dahulunya adalah hutan beringin ini dapat membawa kesejahteraan. Pasar Beringharjo ini dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dan sekaligus merupakan pusat kegiatan perdagangan produk batik Yogyakarta, baik yang berupa kain batik ataupun produk garmen batik lainnya seperti, daster, celana pendek, piyama dll. Harganya pun bervariasi dari yang murah hingga yang mahal tersedia disini.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><a name="more_787"></a>Seperti di pasar tradisional lainnya, untuk berbelanja di pasar Beringharjo ini dibutuhkan kemampuan menawar yang baik atau sering disebut ‘raja tega’. Kita dapat membeli barang dengan harga yang murah, tapi kalau tidak hati2 bisa jadi malah kena lebih mahal lho. Jadi jangan ragu untuk membandingan dengan beberapa penjual yang menjual barang sejenis untuk mengecek harga. Bagi yang tidak memiliki kemampuan menawar kami sarankan berbelanja di Mirota yang dapat dibaca <a href="http://www.jalanjajanhemat.com/2009/03/mirota-batik-kaliurang-jogjakarta/">disini</a>. Pasar Beringharjo terdiri dari 3 lantai, dan walaupun pasar tradisional ternyata ada eskalatornya lho.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Di pasar Beringharjo ini kita dapat juga berburu jajanan tradisional yang sudah tidak mudah kita dapati di tempat lain. Juga terdapat kios yang menjual aneka jamu dan rempah-rempah, sehingga menimbulkan aroma yang khas. Di bangunan yang lain terdapat penjual souvenir atau barang untuk oleh-oleh yang dapat dibeli dalam jumlah grosir / lusinan sehingga harganya bisa lebih murah. Tapi ingat harus pandai menawar… Dan juga kita perlu waspada membawa barang berharga kita, jangan sampai kecopetan, maklum suasana pasar cukup ramai dan padat.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Sayangnya untuk mencari tempat parkir di tempat ini cukup sulit, ditambah dengan banyaknya becak yang parkir di sembarang tempat membuat lalu lintas menjadi cukup semerawut, jadi mesti bersabar… Dan untuk parkir cukup mahal, karena langsung dikenakan Rp 5.000 untuk sekali parkir, lumayan mahal untuk sebuah parkir di pasar tradisional. Entah apakah karena mobil saya berpelat “B” ya ? Tapi untuk mencari oleh2, apalagi dalam jumlah yang banyak (lusinan), pasar Beringharjo dapat menjadi sebuah pilihan.</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="color:black;">Khalayak umumnya mengenal Solo, Pekalongan, Yogyakarta sebagai penghasil utama kain batik di Indonesia. Sedikit yang mengetahui bahwa Sragen sebenarnya merupakan daerah penghasil kain batik. Bahkan, kain batik dengan desain khas karya perajin Sragen justru banyak membanjiri pasar batik di Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Surabaya, Denpasar, dan Jakarta. Selain itu, batik Sragen juga telah menembus pasar luar negeri, antara lain Malaysia, Singapura, Afrika, da Amerika.</span><strong> </strong></p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.35pt;line-height:150%;">Kebutuhan fashion masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya dapat terpenuhi di Batik Putri Ayah yang berada di Jln. Imogiri km 8. Ds. Glagah Tamanan Banguntapan Bantul 55191. Yogyakarta. Dengan fasilitas berbelanja yang nyaman, gedung megah serta pelayanan prima, para pengunjung bisa dengan leluasa berbelanja aneka batik tulis/cap/printing dalam berbagai produk seperti :</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="SV">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Bahan : Sarimbit Sutra, Hem, Blus, Kain Sawitan, Kebaya, Sprei</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="FI">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Busana Pria : Kemeja, T-shirt, Celana</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Busana Wanita : Rok, Blus, Setelan, Sarung Selendang, Kebaya, Daster, Baby Doll, T-shirt, dll</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="FI">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Busana Anak-anak : Kemeja, Rok, Blus, Setelan, T-shirt</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Busana Muslim : Hem Koko, Abaya, Sarung, Rukuh, Kerudung</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="SV">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Assesoris : Scraft, Pashmina, Selendang, Dasi, Tas, Dompet</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;text-indent:-14.15pt;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 35.35pt;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="SV">·<span style="font-family:&amp;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]-->Kerajinan : Sarung Bantal, Gorden, Taplak Meja, Wayang Beber,  Keramik, dll</p>
<p class="MsoBodyText" style="text-align:justify;line-height:150%;margin:0 0 .0001pt 21.2pt;">
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.35pt;line-height:150%;">Selain Batik Putri Ayah, Pemkab Yogyakarta juga berupaya memberdayakan para pengrajin batik dan membantu pemasaran mereka dengan konsep pasar tradisional bersistem manajemen modern dalam wadah <strong>Setra Bisnis Batik Yogyakarta (SBBY)</strong> yang diresmikan pada hari Minggu, 15 Januari 2006. Menempati lahan seluas ± 1.200m, SBBS mampu menampung 26 outlet untuk para pengrajin batik dan produk unggulan daerah seperti : Dewi Ratih, Shofura Kemala, Brotoseno, Putri Lestari, Punokawan, Windasari, Mawar Indah, Mahmudah, Abimanyu, Widya Kusuma, Rama Mukti, Puntodewo, Mitra Sari, Wahyu Tiga Jaya, Batik Tomi, MM Collection, Sekar Jagad, Brotojoyo, Kharisma, Daimestar, Satellite Garment, Happy Collection, Konveksi Asri, Fahmi Collection, Pujianto Wayang Beber</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:35.35pt;line-height:150%;">Baik Batik Yogyakarta maupun batik putri ayah siap melayani pesanan design dan produksi batik untuk seragam kantor dan instansi baik Pemda maupun swasta dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.</p>
<p class="MsoBodyText" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span style="color:black;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Sumber :</p>
<ul style="margin-top:0;" type="square">
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><a href="http://www.geocities.com/jogjabatik/" target="_parent">www.geocities.com/jogjabatik/</a></li>
<li class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Batik" target="_parent">id.wikipedia.org/wiki/Batik</a></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;">Jika anda tertarik dengan produk kami,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;">anda dapat langsung menghubungi</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;">kami disini, baik melalui email,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;">Fb, sms, atau telepon, dan kami akan dengan senang hati</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;"> melayani anda,</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;">dengan menjadi salah satu barisan penjaga aset budaya bangsa.</span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><span style="font-family:&amp;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;"><em><span style="font-family:&amp;"> </span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianurfaridha004.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianurfaridha004.wordpress.com&amp;blog=10666442&amp;post=11&amp;subd=sofianurfaridha004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2010/01/05/company-profile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6d2859ae77d9422e474d3e6ff616569?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofianurfaridha004</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kantor Maya (Virtual Office)</title>
		<link>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2009/12/02/4/</link>
		<comments>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2009/12/02/4/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 05:04:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianurfaridha004</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sofianurfaridha004.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[1. Definisi perkantoran Maya (Virtual Office) Perkantoran Maya secara umum dapat didefinisikan sebagai otomatisasi proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual (document-driven) menjadi otomatis (electronic-driven) sehingga dokumen yang di-pergunakan dalam proses bisnis tidak lagi dalam bentuk hardcopy, melainkan dalam bentuk elektronik. Hal ini digunakan dalam rangka meningkatkan produktifitas kerja pegawai http://indrasufian.blogspot.com/2007/09/kantor-maya-office-automation.htmL 2. Faktor adanya gagasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianurfaridha004.wordpress.com&amp;blog=10666442&amp;post=4&amp;subd=sofianurfaridha004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->1.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Definisi perkantoran Maya (Virtual Office)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:27pt;line-height:150%;">Perkantoran Maya secara umum dapat didefinisikan sebagai otomatisasi proses bisnis yang sebelumnya dilakukan secara manual (document-driven) menjadi otomatis (electronic-driven) sehingga dokumen yang di-pergunakan dalam proses bisnis tidak lagi dalam bentuk hardcopy, melainkan dalam bentuk elektronik. Hal ini digunakan dalam rangka meningkatkan produktifitas kerja pegawai</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><a href="http://indrasufian.blogspot.com/2007/09/kantor-maya-office-automation.html"><span style="color:windowtext;">http://indrasufian.blogspot.com/2007/09/kantor-maya-office-automation.htmL</span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->2.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Faktor adanya gagasan ini muncul</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Adanya gagasan tentang virtual office dikarenakan kesibukan orang yang semakin banyak, dan tidak mungkin ada di dua tempat sekaligus. Oleh karena itu orang mulai memikirkan bagaimana bisa mengurus banyak bisnis sekaligus tanpa menggunakan banyak waktu dan dan biaya untuk pertemuan langsung, apalagi jika bisnis itu bertaraf internasional sampai ke lain benua. Dan pekerjaan kantor dapat dilakukan pada lokasi geografis manapun selama tempat kerja tersebut terhubung dengan lokasi tetap perusahaan melalui sejenis komunikasi elektronik.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;">Kantor maya muncul karena perkembangan teknologi komputer yang semakin pesat dan ukurannya semakin kecil. Kecenderungan orang untuk berpindah-pindah atau mobile sehingga pemanfaatan sarana telekomunikasi khususnya telepon selular semakin diperlukan. Pemanfaatan sarana komunikasi dan jaringan internet untuk melakukan hal-hal yang sifatnya teleprocessing (ATM, e-commerce) tumbuh pesat. Hal-hal tadi didukung mahalnya sewa lahan di kota-kota besar mendorong tumbuhnya kantor maya, sehingga orang tidak lagi harus datang dan bekerja dalam kantor secara fisik, kegiatan kantor dapat dilakukan di manapun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:27pt;line-height:150%;"><a href="http://melatiputrisolo.blogspot.com/2009/09/what-is-virtual-office.html"><span style="color:windowtext;">http://melatiputrisolo.blogspot.com/2009/09/what-is-virtual-office.html</span></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]-->3.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span><!--[endif]-->Strategi pembuatan Virtual Office</p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 9pt;"><span style="font-family:&amp;">Strategi  yang  dapat  dilakukan  untuk  menerapkan  kantor  maya  adalah  : </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">1.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Menyediakan  sumber  daya  komputer </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">2.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Menyediakan  sarana  akses  ke  sumber  daya  informasi </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">3.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Menyediakan  perlengkapan  non  komputer </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">4.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Menyiapkan  sarana  telpon  yang  dapat  di  forward  (dialihkan) </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">5.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Menyediakan  kelengkapan  untuk  panggilan  konferensi </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">6.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Membuat  jadwal  pertemuan  reguler </span></p>
<p class="Default" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:&amp;">7.<span style="font-family:&amp;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><span style="font-family:&amp;">Melaksanakan  urut</span><span style="color:windowtext;">‐</span><span style="font-family:&amp;">urutan  pekerjaan  secara  teratur </span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-family:&amp;">Selain  hal</span><span style="color:windowtext;">‐</span><span style="font-family:&amp;">hal  di  atas,  ada  tiga  hal  penting  yang  menjadi  wacana  ekonomis dalam kantor  maya  yaitu  :  (1). Informasi (2). Ide  (3).  Intelijen</span></p>
<p class="Default" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&amp;">Contoh Aplikasi Komputer untuk Kantor </span></span><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&amp;"> </span></span></p>
<p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 6pt 18pt;"><span style="font-family:&amp;">Program  aplikasi  komputer  yang  mampu  mendukung  otomatisasi  perkantoran  adalah Microsoft  Office,  Lotus  Suite,  Corel  WordPerfect  Office.  Yang  sangat  mendukung  operasi  kantor  maya  adalah  penelusur  situs  web  di  internet.  Program</span><span style="color:windowtext;">‐</span><span style="font-family:&amp;">program  itu  misalnya  Internet  Explorer,  FireFox,  Opera  dan  Netscape  Navigator. </span></p>
<p class="Default" style="margin-bottom:6pt;text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span style="font-family:&amp;"> <em><a href="mailto:catur@staff.akprind.ac.id"><span style="color:windowtext;">catur@staff.akprind.ac.id</span></a></em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><strong><em> </em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianurfaridha004.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianurfaridha004.wordpress.com&amp;blog=10666442&amp;post=4&amp;subd=sofianurfaridha004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2009/12/02/4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6d2859ae77d9422e474d3e6ff616569?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofianurfaridha004</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2009/11/25/hello-world/</link>
		<comments>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2009/11/25/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 04:55:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sofianurfaridha004</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianurfaridha004.wordpress.com&amp;blog=10666442&amp;post=1&amp;subd=sofianurfaridha004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sofianurfaridha004.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sofianurfaridha004.wordpress.com&amp;blog=10666442&amp;post=1&amp;subd=sofianurfaridha004&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sofianurfaridha004.wordpress.com/2009/11/25/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e6d2859ae77d9422e474d3e6ff616569?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sofianurfaridha004</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
